Depresiasi pada Kendaraan dan Faktor-faktor Penyebabnya


Apa yang biasanya Anda cermati saat cek harga mobil bekas? Beberapa orang biasanya memeriksa kondisi mesin mengingat statusnya tak lagi baru. Ada juga yang menanyakan kelengkapan dokumen kepada penjual agar mereka tak mengalami masalah di kemudian hari. Kedua hal ini memang penting untuk dicek, tapi apakah dua poin ini sudah cukup? Tentu saja tidak. Pasalnya, hasil riset CAP Automotive menunjukkan jika depresiasi dapat membuat pengeluaran Anda membengkak tiga kali lipat dibandingkan konsumsi bahan bakar mobil. Bagaimana bisa?

Apa itu depresiasi? 

Di dunia otomotif, depresiasi merupakan rate (biasanya diperlihatkan dalam persen) yang menunjukkan penurunan nilai yang dialami mobil. Depresiasi sendiri terjadi pada semua jenis kendaraan, hanya saja besaran rate-nya berbeda dan tergantung pada faktor-faktor penyebabnya.

Semua jenis kendaraan, baru ataupun bekas, akan mengalami depresiasi. Mobil baru bahkan otomatis kehilangan 10% nilainya begitu meninggalkan showroom atau tempat dealer. Sudah begitu, mobil baru akan kehilangan nilai sebesar 20-30% di akhir tahun pertamanya. Sementara itu, mobil bekas umumnya tidak mengalami depresiasi setelah meninggalkan showroom atau dealer. Angka penyusutan di akhir tahun pertama pembeliannya pun hanya sekitar 17,5%. Oleh sebab itu, membeli mobil bekas merupakan suatu keputusan yang sangat menguntungkan. Terlebih lagi jika Anda berniat memperdagangkan kembali kendaraan ini di tahun-tahun yang akan datang.

Faktor-faktor penyebab depresiasi pada kendaraan

Mengutip laman Finder.com, berikut adalah faktor-faktor utama yang menentukan besar kecilnya angka penyusutan (depresiasi) kendaraan.

  • Jumlah kilometer. Angka kilometer yang tinggi menunjukkan bahwa kendaraan tersebut sering digunakan. Artinya, kemungkinan komponen-komponen kendaraan menjadi aus dan turun kualitasnya juga tinggi. Hal inilah yang memiliki korelasi langsung dengan tingkat depresiasi mobil. 
  • Harga bahan bakar. Jenis bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan tersebut juga memengaruhi rate depresiasi. Pasalnya, jika harga bahan bakar itu menambah ongkos berkendara artinya kendaraan tersebut kurang ekonomis. Walhasil, tingkat penyusutan bisa bertambah.
  • Merek kendaraan. Beberapa produsen kendaraan punya reputasi baik. Biarpun usia kendaraan sudah cukup tua, beberapa merek mobil tetap memiliki nilai jual yang baik. Artinya, tingkat penyusutannya kecil.
  • Histori kecelakaan. Kondisi fisik mobil jelas menentukan tingkat depresiasinya. Mobil yang pernah mengalami kecelakaan, terutama yang berat, tentu memiliki nilai penyusutan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mobil yang tidak pernah kecelakaan.
  • Konfigurasi kendaraan. Jenis transmisi kendaraan juga punya peranan penting dalam menentukan besaran rate penyusutan. Sebab perkembangan teknologi sudah berhasil tingkatkan konfigurasi dan fitur-fitur bawaan kendaraan. Tak ayal, mobil manual di masa kini agak lebih sulit dijual kembali.

Demikianlah ulasan tentang depresiasi atau penyusutan nilai pada kendaraan serta faktor-faktor penyebabnya. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda memilah mobil bekas terbaik, ya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Depresiasi pada Kendaraan dan Faktor-faktor Penyebabnya"

Posting Komentar